TERASJABAR.ID – Inter Milan mengalami pekan yang mengecewakan di bursa transfer setelah gagal mengamankan dua target utama mereka, Marco Palestra dan Nico Paz.
Sejumlah laporan dari Italia menyebut penyebab utama kegagalan tersebut bukan berasal dari jajaran direktur klub, melainkan dari kebijakan pemilik klub, Oaktree.
Sejak lama Inter menjadikan Palestra sebagai prioritas untuk mengisi posisi bek kanan yang berpotensi ditinggalkan Denzel Dumfries.
Bahkan, legenda klub Beppe Bergomi pernah menyebut Palestra memiliki potensi menjadi “Achraf Hakimi berikutnya”.
Ketertarikan Inter terhadap pemain Atalanta itu sebenarnya sudah muncul sejak bursa transfer Januari saat sang pemain masih dipinjamkan ke Cagliari.
Meski telah melakukan negosiasi selama beberapa pekan, Inter gagal mencapai kata sepakat.
Chelsea kemudian berhasil mengamankan tanda tangan Palestra melalui kesepakatan senilai 60 juta euro termasuk bonus.
Sebelumnya, Inter hanya menawarkan paket transfer sekitar 45 juta euro ditambah bonus.
Laporan di Italia menyebut Oaktree hanya menyediakan anggaran sebesar 50 juta euro untuk merekrut Palestra.
Sementara itu, pembelian pemain lain harus dibiayai dari hasil penjualan anggota skuad yang ada.
Jurnalis Enzo Bucchioni menilai direktur Beppe Marotta dan Piero Ausilio memang memiliki tanggung jawab, tetapi porsi kesalahan terbesar berada pada pemilik klub.
Menurutnya, Marotta harus menghabiskan banyak waktu untuk meyakinkan Oaktree agar menaikkan anggaran transfer, namun persetujuan baru datang ketika situasi sudah terlambat.
Bahkan, laporan menyebut tambahan dana sekitar 10 juta euro sudah cukup untuk menuntaskan transfer Palestra jauh sebelum Chelsea masuk dalam persaingan.
Keterlambatan tersebut memberi peluang bagi Chelsea mengajukan tawaran lebih besar, sekaligus membuat Atalanta lebih memilih menjual pemainnya ke luar Serie A daripada kepada rival domestik.-***
















