TERASJABAR.ID – Progres wacana pembangunan Masjid Besar (Mabes) Cileunyi, Kabupaten Bandung ternyata hingga saat ini kian tak jelas dan sekadar wacana. Bagaimana tidak, wacana pembangunan Mabes Cileunyi yang sudah 3 tahun berjalan ini, terkait lahannya saja belum ada yang pasti.
Hal ini menyusul permintaan Pemkab Bandung, melalui Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS) ke Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM) agar lahan eks Transmigrasi Jabar di Desa Cinunuk dibangun Mabes Cileunyi ditolak.
Panitia pembangunan Mabes membidik lahan eks Tramigrasi Jabar untuk dibangun Mabes Cileunyi ini karena merasa kerepotan harus membeli lahan seharga Rp 20 miliar di Jalan Percobaan Cileunyi.
Hingga saat ini saja, wacana pembangunan Mabes Cileunyi yang diresmikan Bupati KDS, setelah 3 tahun berjalan, donasi untuk pembelian lahan di Jalan Percobaan Cileunyi sekitar 5.000 m2 seharga Rp 20 miliar baru terkumpul hanya sekitar Rp 500 juta.
“Ya betul, donasi untuk membeli lahan pembangunan Mabes Cileunyi seharga Rp 20 miliar baru terkumpul sekitar Rp 500 juta,”kata bendahara pembangunan Mabes Cileunyi, Dadang Syarif, Rabu (10/6/2026).
Ketika ditanya benarkah permintaan Pemkab Bandung melalui Bupati KDS lahan eks Transmigrasi untuk dibangun Mabes Cileunyi ditolak Gubernur KDM.
“Kabarnya memang seperti itu. Lahan eks Transmigrasi tersebut nantinya mau akan dibangun Dishuh Jabar,”tutur Dadang Syarif.
Hal yang sama dikatakan, Atus Ludin Mubarok, dari jajaran panitia pembangunan Mabes Cileunyi. “Permintaan Pemkab Bandung melalui KDS ke KDM terkait lahan eks Transmigrasi ditolak. Ya mudah-mudahan ada solusi terbaik,” kata Atus.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Mabes Cileunyi, Cucu Endang ketika dikonfirmasi membenarkan penolakan KDM terkait permintaan lahan eks Transmigrasi tersebut.
“Meski sebelumnya ditolak KDM, masih ada peluang lahan eks Transmigrasi di Cinunuk ini bisa dibangun Mabes Cileunyi,”ujar Cucu Endang yang juga Camat Cileunyi ini.


















