Selain itu, Made juga mengungkapkan bahwa program tersebut mengalami perkembangan yang signifikan dalam dua tahun terakhir.
Pada 2025, Program Relawan Pendidikan menjangkau 4 kabupaten, 20 kecamatan, dengan melibatkan 105 relawan. Sementara pada 2026, cakupan program berkembang menjadi 10 kabupaten/kota, 50 kecamatan, dan melibatkan 261 Relawan Pendidikan.
“Terjadi peningkatan yang sangat signifikan, baik dari sisi jangkauan wilayah maupun kekuatan relawan. Ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan, dukungan, dan kolaborasi berbagai pihak dalam penanganan Anak Tidak Sekolah,” ungkapnya.
Selanjutnya, ia turut menegaskan terkait penguatan Program Relawan Pendidikan sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah yang menempatkan penanganan ATS sebagai prioritas nasional.
“Data ini masih data awal dan perlu diverifikasi kembali di lapangan. Kami berharap melalui kerja para Relawan Pendidikan, anak-anak yang belum terjangkau layanan pendidikan dapat segera terdata dan dikembalikan ke satuan pendidikan, baik formal maupun nonformal,” tambah Made.
Di sisi lain, salah satu Relawan Pendidikan Kabupaten Agam, Lailina Zarmi Putri, mengaku tertarik terlibat dalam program tersebut karena pengalaman organisasinya dalam mendukung pendidikan masyarakat secara swadaya.
“Insyaallah kami ingin menyumbangkan pikiran dan tenaga dalam menjangkau yang belum terjangkau oleh pemerintah,” ucapnya.
Lailina juga menuturkan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang layak karena pendidikan menjadi dasar penting dalam membangun kualitas kehidupan.
Ia juga berharap berbagai kebijakan pendidikan ke depan semakin berpihak pada kebutuhan masyarakat, terutama bagi anak-anak yang hingga kini masih belum mendapatkan akses pendidikan yang memadai.
“Dasar dari kehidupan kita adalah mempunyai ilmu. Kehidupan seseorang yang berilmu tentu akan berbeda dengan yang tidak berilmu. Ilmu bisa diperoleh melalui belajar, baik pendidikan formal maupun informal,” tuturnya.
Koordinator Relawan dari Organisasi Mitra DPD PIKI Maluku, Dian Sutiksno, menyampaikan antusiasme dan dukungannya terhadap program Relawan Pendidikan.
“Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, kami sangat mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Relawan Pendidikan merupakan tugas yang mulia. Karena itu, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direktorat PNFI Kemendikdasmen atas inisiasi program ini,” ujar Dian.
Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis Maluku yang terdiri atas banyak pulau masih menyisakan sejumlah wilayah yang sulit dijangkau. Kehadiran Relawan Pendidikan dinilai dapat membantu menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa terpencil.
“Melalui program Relawan Pendidikan, kami dapat turun langsung ke desa-desa untuk menemui masyarakat, khususnya Anak Tidak Sekolah (ATS), yang membutuhkan pendampingan dan bantuan secara langsung,” tambahnya.***
Sumber: Siaran Pers Kemendikdasmen

















