Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan, keberadaan KDMK menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk IKM nasional.
“KDMK hadir untuk membantu IKM dalam pemilihan bahan kemasan yang sesuai dengan produk, teknologi kemasan, serta pengembangan desain kemasan dan label sesuai regulasi, hingga fasilitasi bantuan cetak kemasan,” ujar Reni pada acara Pemberian Penghargaan INPACK Award di Cikarang, baru-baru ini.
Ia menyampaikan bahwa pengembangan desain merek dan kemasan perlu disesuaikan dengan karakteristik target konsumen sekaligus memenuhi standar dan regulasi yang berlaku.
“Masing-masing segmen pasar memiliki preferensi, kebutuhan, dan pendekatan visual yang berbeda. Oleh karena itu, desain merek dan kemasan produk IKM perlu mampu merepresentasikan identitas produk sekaligus menjawab ekspektasi konsumen pada setiap target pasar,” tuturnya.
Sejak periode 2015 hingga April 2026, jumlah IKM yang telah menerima fasilitasi perbaikan desain kemasan tercatat sebanyak 2.131 IKM, sedangkan penerima bantuan cetak kemasan mencapai 679 IKM.
“Capaian ini menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap dukungan pengembangan desain dan inovasi kemasan sebagai bagian dari strategi penguatan usaha,” terang Reni.
Dalam upaya meningkatkan kualitas kemasan IKM, KDMK juga aktif membangun ekosistem industri kemasan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah melalui rumah kemasan, industri besar, sektor swasta, institusi pendidikan, hingga asosiasi terkait.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan usaha yang mendukung inovasi dan mempermudah akses pelaku IKM dalam meningkatkan kualitas produknya.

















