Selain itu, pelaku industri juga dapat memanfaatkan berbagai fitur dan informasi terkait kemasan melalui platform e-Kemasan yang dapat diakses melalui website e-Klinik Desain Merek dan Kemasan.
“Dalam platform e-Kemasan, pelaku IKM dapat mengajukan fasilitasi desain secara online. Selain itu, tersedia direktori rumah kemasan yang tersebar di seluruh Indonesia lengkap dengan alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi,” jelas Reni.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen IKMA turut mengapresiasi penyelenggaraan Kompetisi Desain Kemasan Indonesia INPACK Award 2025–2026 yang diinisiasi oleh First Packaging Asia bersama Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia.
Kompetisi tingkat nasional tersebut diikuti oleh 163 peserta dari seluruh Indonesia dengan tujuan meningkatkan kreativitas, inovasi, serta pengembangan solusi kemasan berkelanjutan di Indonesia.
Menurut Reni, INPACK menjadi wadah sinergi antara industri, akademisi, desainer, dan generasi muda kreatif dalam menghadirkan inovasi kemasan yang relevan dengan perkembangan tren pasar global.
“Desain kemasan saat ini dituntut tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyeimbangkan aspek estetika, fungsionalitas, keberlanjutan, serta efisiensi biaya. Melalui kegiatan ini, saya berharap lahir berbagai inovasi kemasan yang mampu menjawab preferensi konsumen yang semakin memperhatikan isu lingkungan, perkembangan teknologi, serta pengalaman pengguna. Hal tersebut menjadikan desain kemasan sebagai elemen strategis dalam meningkatkan daya saing dan memenangkan persaingan pasar,” pungkasnya.***
Sumber: Siaran Pers Kemenperin

















