TERASJABAR.ID – Seiring perkembangan industri dan perubahan perilaku konsumen, fungsi kemasan kini semakin strategis, tidak hanya sebagai pelindung produk tetapi juga menjadi elemen penting dalam meningkatkan citra, nilai tambah, dan daya saing produk di pasar.
Di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, kemasan mampu menjadi media komunikasi visual yang efektif dalam membangun identitas merek serta menarik minat konsumen.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, desain kemasan yang berkualitas memiliki peran besar dalam memperkuat posisi produk lokal, khususnya produk industri kecil dan menengah (IKM), agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
“Kemasan yang berkualitas dan berdaya saing tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi representasi kualitas dan identitas sebuah brand. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pelaku IKM dalam pengembangan desain merek dan kemasan perlu terus dipacu agar produk lokal mampu bersaing di pasar domestik maupun global,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (9/5).
Menurut Menperin, pemilihan material, desain visual, informasi label, hingga aspek keberlanjutan kini menjadi faktor penting yang dipertimbangkan konsumen sebelum membeli suatu produk. Karena itu, inovasi kemasan menjadi kebutuhan penting bagi pelaku IKM untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing usaha.
Menperin juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem industri kemasan nasional.
“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, dan desainer diperlukan untuk mengakselerasi terciptanya inovasi kemasan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan dan relevan dengan tren global,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap penguatan kualitas kemasan produk IKM, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) telah membentuk Klinik Desain Merek dan Kemasan (KDMK) sejak tahun 2003.

















