Masmidah juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk menjadikan budaya literasi menjadi gerakan bersama.
“Mari kita jadikan gerakan literasi sebagai gerakan bersama. Hadirkan lebih banyak ruang membaca, lebih banyak cerita untuk anak-anak, dan lebih banyak waktu untuk mendampingi mereka mengenal dunia melalui buku,” imbuhnya.
Ketua DWP Kemendikdasmen, Marlina Hafidz Muksin, menyebut lokakarya ini selaras dengan program prioritas pemerintah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam membangun kebiasaan membaca pada anak, sesuai dengan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang salah satunya adalah membaca,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Marlina juga memaparkan bahwa tujuan pelaksanaan lokakarya tersebut sebagai langkah penguatan budaya literasi hingga membangun kolaborasi antara sekolah dan orang tua.
“Tujuan kegiatan pada hari ini adalah menguatkan peran sekolah dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini, memberikan pemahaman dan keterampilan kepada guru serta koordinator kelas mengenai metode read aloud yang efektif dan menyenangkan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa literasi adalah tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.
Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Muhammad Yusro, menambahkan bahwa pembiasaan membaca menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kemampuan anak dalam memahami informasi dan berpikir kritis di tengah perkembangan teknologi digital.
“Di tengah perkembangan teknologi digital dan beragam distraksi yang ada, minat membaca perlu terus ditumbuhkan melalui pendekatan yang kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan anak,” ujarnya.
















