TERASJABAR.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan bukan sekadar urusan fisik, melainkan upaya memuliakan murid agar dapat belajar dalam ekosistem yang berkualitas.
Hal tersebut disampaikan saat menyerahkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di Kota Batam bertempat di SMA Negeri 1 Batam, Kepulauan Riau, baru-baru ini.
Program ini merupakan implementasi nyata dari Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto untuk membangun generasi Indonesia yang unggul melalui pemenuhan sarana prasarana yang aman, nyaman, dan inklusif.
Sebelum tiba di SMA Negeri 1 Batam, Mendikdasmen Abdul Mu’ti terlebih dahulu meninjau kondisi di lapangan dengan mengunjungi TK Pembina III Kota Batam dan SD Negeri 001 Sungai Beduk.
Di TK Pembina III, ia meninjau proses pembelajaran menggunakan Interactive Flat Panel (IFP) serta memastikan program revitalisasi tahun 2026 di sekolah tersebut untuk rehabilitasi toilet, sanitasi, dan penambahan ruang kelas baru berjalan sesuai rencana untuk mengakomodasi 200 murid di sana.
Sementara itu, saat berada di SD Negeri 001 Sungai Beduk, Menteri Mu’ti berdialog dengan kepala sekolah dan guru mengenai tantangan kekurangan ruang kelas yang membuat sekolah tersebut menerapkan tiga giliran (shift) jam pembelajaran.
SD Negeri 001 Sungai Beduk Kota Batam yang awalnya hanya dijadwalkan menerima rehabilitasi, kini diusulkan untuk mendapatkan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB).
Langkah ini diambil karena kondisi sekolah yang kekurangan ruang kelas sehingga harus menerapkan jam belajar pagi dan siang.
















