TERASJABAR.ID – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik Jabar) Purwanto memberikan apresiasi tinggi terhadap diterbitkannya Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penugasan Guru Non-ASN pada Satuan Pendidikan Daerah Tahun 2026.
Kebijakan ini dinilai menjadi solusi krusial bagi kepastian status dan kesejahteraan ribuan guru honorer, khususnya di wilayah Jabar.
Kadisdik mengungkapkan, kehadiran SE ini menghapus keraguan pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran gaji bagi guru non-ASN.
“Kami berterima kasih kepada Pak Menteri. Sebelum edaran ini keluar, kami menemui jalan buntu terkait mekanisme penggajian sekitar 3.828 tenaga honorer di Jawa Barat. Dengan adanya dasar hukum yang kuat ini, kami bisa mencairkan hak para guru tersebut,” ungkap Kadisdik saat mengunjungi SMAN 2 Purwakarta, Jumat (8/5/2026).
Kasidik pun menekankan, besaran penghasilan di Jawa Barat disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah, dengan rata-rata di angka Rp2.300.000 berdasarkan analisis beban kerja.
“Dengan regulasi yang semakin sempurna, semoga tata kelola tenaga pendidik kita akan semakin fokus pada kemajuan kualitas pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Manfaat kebijakan ini dirasakan langsung oleh salah satu guru di SMAN 2 Purwakarta, Rizkita Nurul Baifin. Ia mengaku telah menerima penghasilan kembali setelah sempat mengalami ketidakpastian (gaji).
“Alhamdulillah, berkat adanya surat edaran ini, kami semua bisa kembali mendapatkan gaji. Terima kasih Bapak Menteri dan Bapak Gubernur atas perhatiannya terhadap nasib kami,” ungkapnya.
















