TERASJABAR.ID – Bupati Tasikmalaya Dr. Cecep Nurul Yakin melakukan rotasi jabatan sebanyak 41 orang, yang terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas dan pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Tasikmalaya, Selasa (12/5/2026).
Dalam rotasi ini, dinilai ada yang janggal. Bupati memindahkan Kepala Dinas Kesehatan ke jabatan barunya sebagau staf ahli bidang SDM dan Kemasyarakatan, dan belum ada pejabat baru di Dinkes. Padahal sektor kesehatan lagi rawan-rawannya.
Kebijakan ini diambil dalam pelantikan pejabat eselon II, III dan IV. Dari sejumlah dinas yang dirotasi, hanya kursi Kadinkes yang dibiarkan kosong tanpa pejabat definitif. Padahal, Tasikmalaya masih menghadapi banyak persoalan kesehatan. Mulai dari kasus stunting, DBD yang naik turun, sampai pelayanan puskesmas yang masih dikeluhkan warga.
Keputusan Bupati mengosongkan jabatan strategis ini langsung jadi sorotan. Banyak pihak khawatir kekosongan pimpinan bikin penanganan kesehatan warga jadi tersendat.
“Justru saat rawan orang sakit, Dinas Kesehatan harus punya nahkoda yang jelas. Kalau kosong, siapa yang ambil kebijakan cepat. Ini bahaya,” ujar salah satu tokoh masyarakat Manonjaya, Bihin (52) saat menghadiri pelantikan.
Sementara itu, Bupati Tasikmalaya buka suara soal rotasi dan mutasi jabatan yang kerap dilakukan di lingkungan Pemkab Tasikmalaya. Menurutnya, pergeseran pejabat penting agar kursi kosong dan jabatan yang ditinggal pensiun bisa segera terisi.
“Rotasi mutasi kan ada yang kosong dan pensiun. Supaya bisa terisi harus segera diisi dan jangan ada kejenuhan,” tegas Bupati.
Mudah-mudahan semua jabatan yang kosong akan kembali diisi, Karena kita sedang menunggu pejabat yang pensiun yang sekarang menjabat sebagai Dishub dan PMD dan keduanya memasuki pensiun 2 bulan lagi,” katanya.
“Yah menunggu selama dua bulan baru kita persiapkan dan lakukan open biding bersama-sama dengan yang lainnya,” tandasnya.*
















