TERASJABAR.ID – Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, menilai kesepakatan damai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran dalam upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah berpotensi memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia.
Ia menilai stabilitas akan berdampak langsung pada lancarnya perdagangan internasional, pergerakan harga energi, serta penguatan nilai tukar rupiah.
“Indonesia jelas akan mendapatkan dampak positif. Aktivitas impor dan ekspor yang menjadi salah satu fondasi ekonomi nasional dapat kembali berjalan lebih lancar,” ujar Nurul Arifin, dikutip dari Parlementaria pada Jumat, 19 Juni 2026.
Meredanya konflik kedua negara, menurut Nurul, dapat menciptakan kondisi ekonomi global yang lebih stabil setelah pasar internasional sebelumnya terguncang oleh kawasan Teluk.
Salah satu dampak penting yang diharapkan adalah normalisasi kembali aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dunia.
Ia menjelaskan bahwa kelancaran distribusi energi melalui jalur tersebut berpotensi menekan harga minyak global yang selama ini menjadi pemicu ketidakstabilan perekonomian dunia.
Kondisi ini juga dapat menjaga stabilitas nilai tukar dolar AS dan memberi ruang bagi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah Indonesia.
Nurul menambahkan bahwa stabilitas ekonomi global akan membantu mengurangi tekanan ekonomi di berbagai negara, yang pada akhirnya juga mempengaruhi kondisi sosial dan politik domestik.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perjanjian tersebut masih berbentuk MoU dengan masa berlaku terbatas sehingga diperlukan pembahasan lanjutan terkait isu-isu penting seperti program nuklir Iran dan pencabutan sanksi.
Ia berharap dialog kedua negara terus berlanjut hingga menghasilkan kesepakatan permanen yang membawa stabilitas jangka panjang bagi dunia.-***















