TERASJABAR.ID – Harga minyak dunia mengalami penurunan pada Senin setelah muncul optimisme bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan damai terkait konflik yang telah berlangsung hampir tiga bulan.
Kondisi tersebut juga mendorong penguatan pasar saham global.
Harga minyak mentah Brent turun sekitar 6 persen menjadi 97,28 dolar AS per barel, sekaligus menyentuh level terendah dalam dua pekan terakhir.
Penurunan ini dipicu harapan bahwa perang antara AS dan Israel melawan Iran segera berakhir sehingga distribusi energi global dapat kembali stabil.
Meski demikian, negosiasi damai masih menghadapi sejumlah kendala.
Salah satu isu utama adalah blokade Iran terhadap Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia.
Pemerintah Iran bahkan menegaskan bahwa kesepakatan final belum akan tercapai dalam waktu dekat.
Analis ING, Warren Patterson, mengingatkan pasar agar tidak terlalu cepat bereaksi karena pembicaraan serupa sebelumnya juga pernah gagal.
Menurut para analis, meskipun Selat Hormuz dibuka kembali, pemulihan pasokan energi global tetap membutuhkan waktu karena sejumlah infrastruktur energi di kawasan Teluk mengalami kerusakan.
Di tengah sentimen positif tersebut, pasar saham global ikut menguat. Indeks Nikkei Jepang melonjak hampir 3 persen, sementara indeks Stoxx 600 Eropa naik 0,9 persen.
Nilai tukar dolar AS juga melemah terhadap sejumlah mata uang utama, sedangkan poundsterling menguat ke level tertinggi sejak pertengahan Mei.
Harga emas turut mengalami kenaikan sekitar 1,46 persen menjadi 4.574 dolar AS per ons.
Investor dinilai mulai mempertimbangkan kemungkinan meredanya gangguan energi global yang sebelumnya memicu kekhawatiran inflasi tinggi dan potensi kenaikan suku bunga bank sentral di berbagai negara.-***

















