terasjabar.id
Minggu, 31 Mei 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Minggu, 31 Mei 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Pancasila di Tengah Gejolak Rupiah dan Kegelisahan Rakyat

Herman by Herman
31 Mei 2026 19:34
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
0
Pancasila di Tengah Gejolak Rupiah dan Kegelisahan Rakyat

Paradigma Negara Kesejahteraan

Secara teoretis, Indonesia menganut paradigma welfare state atau negara kesejahteraan. Dalam paradigma ini, negara tidak boleh menjadi penonton yang pasif ketika masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi.
Jimly Asshiddiqie menjelaskan bahwa negara hukum Indonesia tidak hanya berfungsi menjaga ketertiban, tetapi juga berkewajiban mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial. Negara hadir bukan sekadar sebagai regulator, melainkan sebagai pelindung rakyat.
Paradigma ini berbeda dengan negara liberal klasik yang menyerahkan sepenuhnya mekanisme ekonomi kepada pasar. Dalam negara Pancasila, pasar tetap penting, tetapi negara memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan bahwa hasil pembangunan dapat dinikmati secara adil oleh seluruh rakyat.
Oleh karena itu, ketika masyarakat menghadapi tekanan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, negara tidak cukup hanya menjelaskan faktor-faktor eksternal seperti ketidakpastian ekonomi global. Negara harus menunjukkan keberpihakannya melalui kebijakan yang konkret dan berkeadilan.

Pancasila dan Krisis Empati

Persoalan terbesar yang dihadapi bangsa saat ini mungkin bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan krisis empati dalam penyelenggaraan kekuasaan.
Kenaikan harga sering kali dibaca sebagai data. Inflasi dibaca sebagai angka. Nilai tukar rupiah dibaca sebagai grafik. Padahal di balik angka-angka tersebut terdapat jutaan keluarga yang sedang berjuang mempertahankan kehidupannya.
Di sinilah sila kedua Pancasila menemukan relevansinya: “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.”
Sila ini mengajarkan bahwa setiap kebijakan publik harus dilihat dari dampaknya terhadap manusia. Kebijakan yang baik bukanlah kebijakan yang hanya terlihat berhasil dalam laporan statistik, tetapi kebijakan yang mampu menghadirkan rasa keadilan dan ketenangan dalam kehidupan masyarakat.
Joseph E. Stiglitz mengingatkan bahwa ketimpangan ekonomi yang terus meningkat dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap negara dan institusi demokrasi. Ketika rakyat merasa bahwa sistem hanya menguntungkan segelintir kelompok, maka legitimasi sosial negara akan melemah.

Karena itu, memperingati Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi momentum untuk membangun kembali empati sosial dalam setiap proses pengambilan kebijakan.

Menghidupkan Pancasila, Bukan Sekadar Mengulangnya

Soekarno pernah menegaskan bahwa Pancasila adalah weltanschauung atau pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila bukan sekadar kumpulan kata-kata normatif, melainkan cita-cita moral yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Karena itu, tantangan bangsa Indonesia hari ini bukanlah kurangnya pidato tentang Pancasila. Tantangan terbesar justru terletak pada keberanian menghidupkan Pancasila dalam praktik penyelenggaraan negara.
Menghidupkan Pancasila berarti memastikan bahwa kebijakan ekonomi berpihak kepada rakyat.
Menghidupkan Pancasila berarti memastikan bahwa pembangunan tidak meninggalkan kelompok lemah.
Menghidupkan Pancasila berarti memastikan bahwa kekuasaan dijalankan dengan moralitas dan tanggung jawab sosial.
Dan menghidupkan Pancasila berarti menghadirkan keadilan sebagai pengalaman nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

RELATED POSTS

Juventus dan Roma Siaga, Victor Osimhen Berpotensi Hengkang

Barcelona Hanya Mau Tebus Setengah Harga, Marcus Rashford Terancam Kembali ke Manchester United

Rotavirus, Penyebab Utama Diare Berat pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Udinese Buka Peluang Lepas Oumar Solet ke Inter Milan

Klausul €175 Juta Tak Lagi Jadi Jaminan, Rafael Leao Berpotensi Dijual

ADVERTISEMENT

Penutup

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan yang penuh slogan. Tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” akan kehilangan maknanya apabila rakyat masih dibayangi kegelisahan akibat tingginya harga kebutuhan hidup dan menurunnya daya beli masyarakat.

Di tengah gejolak rupiah dan berbagai tekanan ekonomi yang dirasakan rakyat, Pancasila seharusnya hadir bukan sebagai simbol, melainkan sebagai arah kebijakan. Sebab, ukuran keberhasilan bangsa ini bukan hanya kuatnya nilai tukar mata uang, tetapi juga kuatnya komitmen negara dalam mewujudkan keadilan sosial.
Hari Lahir Pancasila pada akhirnya mengajarkan satu hal penting: bahwa negara yang besar bukanlah negara yang hanya mampu membangun gedung dan infrastruktur, melainkan negara yang mampu menjaga martabat rakyatnya.

Dan martabat itu hanya dapat terwujud apabila Pancasila benar-benar hidup dalam kebijakan, hukum, ekonomi, dan hati para penyelenggara negara.***

Page 2 of 2
Prev12
ShareTweetSend

Related Posts

Juventus dan Roma Siaga, Victor Osimhen Berpotensi Hengkang
Sport

Juventus dan Roma Siaga, Victor Osimhen Berpotensi Hengkang

31 Mei 2026 21:37
Marcus Rashford Minta Barcelona Aktifkan Klausul €35 Juta untuk Permanenkan Transfernya
Sport

Barcelona Hanya Mau Tebus Setengah Harga, Marcus Rashford Terancam Kembali ke Manchester United

31 Mei 2026 21:19
Rotavirus, Penyebab Utama Diare Berat pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Kesehatan

Rotavirus, Penyebab Utama Diare Berat pada Anak yang Perlu Diwaspadai

31 Mei 2026 20:57
Udinese Buka Peluang Lepas Oumar Solet ke Inter Milan
Sport

Udinese Buka Peluang Lepas Oumar Solet ke Inter Milan

31 Mei 2026 19:51
Rafael Leao Cetak Dua Gol, Milan Kembali ke Puncak Serie A
News

Klausul €175 Juta Tak Lagi Jadi Jaminan, Rafael Leao Berpotensi Dijual

31 Mei 2026 19:36
Imunisasi DT dan Td, Benteng Perlindungan Sejak Usia Dini
Kesehatan

Imunisasi DT dan Td, Benteng Perlindungan Sejak Usia Dini

31 Mei 2026 19:20
Next Post
Rafael Leao Cetak Dua Gol, Milan Kembali ke Puncak Serie A

Klausul €175 Juta Tak Lagi Jadi Jaminan, Rafael Leao Berpotensi Dijual

Udinese Buka Peluang Lepas Oumar Solet ke Inter Milan

Udinese Buka Peluang Lepas Oumar Solet ke Inter Milan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 6 Juta! Lino and Sons Bandung Buka Loker Posisi Staff Produksi

Gaji 6 Juta! Lino and Sons Bandung Buka Loker Posisi Staff Produksi

21 Mei 2026 16:13
PT Ceres Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK, Ini Link Daftarnya

PT Ceres Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK, Ini Link Daftarnya

29 Mei 2026 16:59
Ada 2 Posisi! Dunia Buah Bandung Buka Loker Crew dan Kasir, Tertarik?

Ada 2 Posisi! Dunia Buah Bandung Buka Loker Crew dan Kasir, Tertarik?

27 Mei 2026 16:49
Terbaru! PT Saku Mas Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

Terbaru! PT Saku Mas Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

28 Mei 2026 17:11
Juventus dan Roma Siaga, Victor Osimhen Berpotensi Hengkang

Juventus dan Roma Siaga, Victor Osimhen Berpotensi Hengkang

0
Marcus Rashford Minta Barcelona Aktifkan Klausul €35 Juta untuk Permanenkan Transfernya

Barcelona Hanya Mau Tebus Setengah Harga, Marcus Rashford Terancam Kembali ke Manchester United

0
Rotavirus, Penyebab Utama Diare Berat pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Rotavirus, Penyebab Utama Diare Berat pada Anak yang Perlu Diwaspadai

0
Udinese Buka Peluang Lepas Oumar Solet ke Inter Milan

Udinese Buka Peluang Lepas Oumar Solet ke Inter Milan

0
Juventus dan Roma Siaga, Victor Osimhen Berpotensi Hengkang

Juventus dan Roma Siaga, Victor Osimhen Berpotensi Hengkang

31 Mei 2026 21:37
Marcus Rashford Minta Barcelona Aktifkan Klausul €35 Juta untuk Permanenkan Transfernya

Barcelona Hanya Mau Tebus Setengah Harga, Marcus Rashford Terancam Kembali ke Manchester United

31 Mei 2026 21:19
Rotavirus, Penyebab Utama Diare Berat pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Rotavirus, Penyebab Utama Diare Berat pada Anak yang Perlu Diwaspadai

31 Mei 2026 20:57
Udinese Buka Peluang Lepas Oumar Solet ke Inter Milan

Udinese Buka Peluang Lepas Oumar Solet ke Inter Milan

31 Mei 2026 19:51

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.