Oleh : Dwi Mukti Wibowo S.H, M.H
TERASJABAR.ID – Suatu saat umur kita semua pasti akan bertambah, dan akhirnya menua. Itu sudah pasti, hanya menunggu kitaran waktunya. Tinggal akan menua seperti apa, kita tidak pernah tahu. Apakah dalam kondisi sehat atau sakit-sakitan. Masih terus aktif atau hanya pasif saja. Duduk dirumah sambil mengasuh cucu atau “ternak teri”, sibuk mengantar anak dan istri. Itu semua terpulang pada kondisi lansia itu sendiri. Yang jelas, secara umum lansia pasti menghendaki di masa tuanya mereka ingin hidup sehat, mandiri, aktif, produktif, sejahtera, berdaya dan bermartabat.
Lansia pada dasarnya ingin sehat dan tetap aktif beraktivitas. Mereka masih berharap dapat berinteraksi dengan sesama lansia. Agar tidak mengisolir diri, sekaligus memperpanjang tali silaturahmi diantara lansia. Kondisi demikian tercermin dari beberapa lansia yang sedang berkumpul di gedung serbaguna Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
Canda tawanya berderai menghiasi raut wajah yang sumringah. Tawa lepas ini sepertinya jarang terjadi jika ia berada dirumah keluarganya. Apalagi jika lansia tersebut tinggal sendirian. Tapi hari ini, para lansia peserta undangan launching Sekolah Lansia Tanimulya merasakan nuansa yang berbeda dengan hari-hari biasanya.
Beberapa kelompok lansia yang berseragam itu menyimpan perasaan bahagia dan bangga yang tak bisa disembunyikan. Bahagia karena bisa berkumpul dengan sesama lansia lainnya yang baru kenal atau baru muncul kembali setelah sekian lama tidak bertemu. Bangga, karena sebentar lagi Sekolah Lansia akan di launching. Berarti mereka akan memiliki sarana untuk belajar dan menambah wawasan kembali. Back to school, tapi berbasis rasa bahagia. Sarana belajar seperti inilah yang akan membawa mereka menjadi lansia yang sehat, aktif, produktif, bahagia, sejahtera, berdaya dan bermartabat. Sarana ini keberadaannya merupakan hasil inisiasi dan koordinasi antara BKKBN dan Yayasan Indonesia Relawan Lansia. Sarana ini adalah wujud nyata keberpihakkan dan Keperdulian Pemerintah untuk mensejahterakan kaum lansia, yang jumlahnya signifikan dan cenderung meningkat setiap tahunnya.
Keberadaan Sekolah Lansia di Desa Tanimulya bukan hanya membuat bangga warga yang menjadi peserta alias murid Sekolah Lansia ini. Tapi juga membuat Kepala Desa dan Camat beserta istri menyempatkan hadir, meskipun diwaktu yang sama mereka harus skip dulu acara di kantornya yang sedang berlangsung. Mereka semua bangga dan merasa lega bahwa stigma lansia adalah warga kelas dua dan menjadi beban sosial, hari ini terpatahkan. Lansia kini menjadi sumber daya baru yang akan dibekali dengan kompetensi dan ditingkatkan kualitas hidupnya.
Sekolah lansia merupakan program pendidikan non formal yang menjadi secercah harapan bagi lansia untuk tetap hidup, sehat, mandiri, aktif dan produktif (SMART) di usia senja. Program ini merubah paradigma lama bahwa masa tua hanya dihabiskan berdiam diri dirumah. Program Sekolah Lansia bertujuan mencegah kesepian, mengasah otak, meningkatkan kemandirian, menambah semangat hidup sehingga lansia terus bahagia dan bermakna.
Adapun yang menjadi pokok pembahasan menyangkut aspek spiritual, aspek fisik dan intelektual, emosional, sosial, vocasional dan lingkungan
Acara launching Sekolah Lansia di Desa Tanimulya diawali dengan serangkaian sambutan dari Kepala Desa Tanimulya dan Camat Bojong Koneng. Dilanjutkan dengan pembacaan SK pelantikan sekaligus prosesinya yang dilakukan oleh Perwakilan dari Relawan Lansia Indonesia Propinsi Jawa Barat kepada pengurus Sekolah Lansia Amanah Desa Tanimulya.
Hadir pula sebagai tamu undangan dalam acara pelantikan adalah Direktur Indonesia Relawan Lansia (IRL) Perwakilan Jawa Barat Dr. Susiana Nugraha SKM, MN, Ketua Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Kabupaten Bandung Barat, drg. Yetty Kusmiati M.Sc. serta Wakil Ketua PPI Propinsi Jawa Barat, Dwi Mukti Wibowo, SH. MH. Dalam sambutannya, Direktur Indonesia Lansia Jawa Barat menyatakan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah fully support dan sangat antusias mendukung misi dan visi serta maksud dan tujuan program Sekolah Lansia ini.
Sebenarnya, apa yang dimaksud Sekolah Lansia dengan ikon program SMART? Bagaimana sejarah singkat serta tujuan Sekolah Lansia?
Gerakan Indonesia Ramah Lansia (IRL) merupakan Organisasi diluar Pemerintah ( NGO ) berawal dari kepedulian terhadap meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan inklusif bagi para lansia. Pada tahun 2018, inisiatif ini mulai berkembang di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sleman menjadi salah satu pelopor dalam mengimplementasikan konsep ramah lansia melalui program pemberdayaan, edukasi, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung kualitas hidup lansia. Kehadiran IRL di Sleman ditandai dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan berbagai organisasi sosial.
Keberhasilan pelaksanaan program di Sleman kemudian menginspirasi daerah lain untuk mengadopsi gerakan serupa.
Pada tahun 2019, Indonesia Ramah Lansia Jawa Barat resmi dibentuk sebagai upaya memperluas jangkauan program ramah lansia di tingkat provinsi. IRL Jawa Barat berfokus pada pengembangan sekolah lansia, peningkatan kesehatan dan kemandirian lansia, serta penguatan jejaring komunitas lansia di 27 Kabupaten dan Kota se Jawa Barat. Sejak saat itu, gerakan Indonesia Ramah Lansia terus berkembang sebagai wadah kolaboratif dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat ( SMART ) di seluruh Indonesia.
Berapa jumlah Sekolah Lansia di Jawa Barat? Jumlah Sekolah Lansia dibawah naungan IRL atau Indonesia Ramah Lansia yang ada di Provinsi Jabar ada 243 sekolah sesuai SK dan jumlah sekolah baru. IRL di Provinsi Jawa Barat dipimpin oleh Dr. Susiana Nugraha SKN, MN saat menaungi Sekolah Lansia dengan siswa yang seluruhnya berjumlah sekitar 17.000-an.
Apa yang menyebabkan perkembangan Sekolah Lansia di Jawa Barat ini masif? Keberpihakan dari Pemerintah dalam hal ini BKKBN dengan Pemerintah Daerah sangat nyata. Didukung oleh inisiasi dan koordinasi dari yayasan IRL
Mengapa IRL begitu masif mengembangkan sekolah lansia di berbagai daerah termasuk Jawa Barat?. Menurutnya, karena jumlah warga lansia meningkat semakin pesat. Sekolah non formal ini dimaksudkan untuk menghadapi tantangan ageing population. Diharapkan Sekolah lansia mampu mengubah tantangan tersebut menjadi potensi positif. Sehingga akan terbantu juga terwujudnya konsep succeful aging and SMART, dimana lansia tidak lagi tergantung pada anak dan cucu dalam beraktivitas. Selain itu, Sekolah lansia terbukti dapat meningkatkan kepercayaan diri dan memberi semangat hidup baru bagi peserta didik. Dan yang terpenting adalah adanya dukungan erat lintas sektor atas dasar kemitraan dengan BKKBN.
Akhir kata, masifnya perkembangan Sekolah lansia sekaligus membuktikan bahwa menua bukanlah akhir dari sebuah proses. Tapi babak baru untuk turut berkarya, belajar dan menginspirasi. Karena pendidikan non formal tidak menuntut bahwa ilmu tidak dibatasi oleh faktor usia. Yang terpenting dalam pendidikan adalah seperti apa yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara – Pendidikan sejati adalah yang mengajarkan untuk hidup bersama, saling menghormati dan saling membantu demi tercapainya kebahagiaan bersama. Jadi jangan lupa untuk bahagia, apalagi membagikannya.
Ketua Layanan Bantuan Hukum Persatuan Pensiunan Indonesia (LBH PPI) – Provinsi Jawa Barat.
















