TERASJABAR.ID – Banyak masyarakat yang masih menganggap tubuh gemetar, kaku, atau gerakan yang semakin lambat sebagai bagian normal dari proses penuaan.
Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi tanda awal Penyakit Parkinson, gangguan pada sistem saraf pusat yang mempengaruhi kemampuan otak dalam mengendalikan gerakan tubuh.
Penyakit Parkinson bersifat progresif atau berkembang secara bertahap, sehingga gejalanya sering kali tidak disadari pada tahap awal.
Oleh karena itu, peran keluarga sangat penting dalam mengenali perubahan-perubahan kecil yang terjadi pada orang tua atau anggota keluarga yang berisiko mengalami penyakit ini.
Beberapa gejala utama Parkinson yang perlu diwaspadai antara lain tremor saat tubuh sedang beristirahat, gerakan yang melambat, kekakuan otot yang berlangsung terus-menerus, serta gangguan keseimbangan yang meningkatkan risiko terjatuh.
Selain gejala motorik, terdapat juga gejala non-motorik yang sering luput dari perhatian, seperti gangguan tidur, menurunnya kemampuan penciuman, ekspresi wajah yang tampak datar, hingga kronisitas.
Dokter Spesialis Saraf mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami atau menemukan gejala-gejala tersebut pada anggota keluarga.
Penanganan sejak dini dapat membantu mengendalikan gejala dan mempertahankan kualitas hidup pasien.
Selain pengobatan medis, aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan Parkinson.
Latihan aerobik, penguatan otot, peregangan, serta latihan keseimbangan seperti yoga dan tai chi dianjurkan dilakukan secara rutin untuk menjaga fungsi motorik dan mengurangi risiko jatuh.
Olahraga sebaiknya dilakukan pada saat efek obat bekerja optimal dan di lingkungan yang aman untuk mendukung hasil yang lebih baik.-***
















