TERASJABAR.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan berdaya saing guna mendukung percepatan industrialisasi nasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan infrastruktur kompetensi, salah satunya dengan penyelenggaraan Pelatihan Asesor Kompetensi Angkatan 1 Tahun 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, sektor industri manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional sekaligus salah satu sektor penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.
Oleh karena itu, menurut Menperin, kebutuhan terhadap SDM industri yang kompeten dan tersertifikasi menjadi semakin penting.
“Pembangunan industri nasional membutuhkan dukungan investasi, teknologi dan SDM yang kompeten. Karena itu, Kemenperin secara konsisten menyiapkan program pembangunan infrastruktur kompetensi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang profesional dan berdaya saing,” kata Menperin dalam keterangan tertulis.
Berdasarkan data Kemenperin, industri makanan menjadi sektor manufaktur dengan penyerapan tenaga kerja terbesar pada tahun 2025, dengan kontribusi sekitar 13,86 persen terhadap total tenaga kerja industri manufaktur.
Kondisi ini menunjukkan bahwa industri manufaktur tetap berperan strategis dalam menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem kompetensi industri, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menyelenggarakan Pelatihan Asesor Kompetensi Angkatan 1 Tahun 2026 brlum lama ini di Jakarta.

















