Sementara itu, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, menjelaskan bahwa program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 yang diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 64 Tahun 2026 memberikan fleksibilitas kurikulum yang adaptif sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.
Program ini membantu SMK untuk menyiapkan penguasaan kompetensi inti di tahun 1–3 dan tambahan 1 tahun untuk penguasaan bahasa asing, penguasaaan kompetensi sesuai standar negara tujuan, penguasaan fisik dan mental, dan literasi hukum dan keuangan.
“SMK menjadi strategi yang tepat digunakan untuk memastikan bonus demografi bisa dilakukan dengan baik. Kita memastikan bahwa mulai dari pembelajaran, pemberangkatan harus diimbangi dengan kemampuan keterampilan. Peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK sangat besar, tetapi harus dijawab dengan kesiapan bahasa, kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan,” ucap Arie.
Kemendikdasmen melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan pun telah menyiapkan pilar transformasi SMK mendunia sekaligus peta jalannya. SMK mendunia dibangun melalui pilar yang saling terhubung, mulai dari tata kelola SMK, kurikulum, kemitraan, dan layanan kesiswaan.
“Pekerjaan ini adalah hal besar tidak bisa dikerjakan sendiri. Ini harus dikerjakan oleh seluruh pihak. Kemendikdasmen fokus pada penyiapan, KP2MI dan Kemenaker fokus pada penempatan dan perlindungan resmi,” ucap Arie Wibowo.
Suara Penerima Manfaat
Berbagai cerita praktik baik penyiapan lulusan untuk berkarier ke luar negeri datang dari berbagai SMK, salah satunya adalah SMKN 1 Mundu, Cirebon, Jawa Barat.
Kepala SMKN 1 Mundu, Sri Handayani, menceritakan bahwa sebagai salah satu SMK penerima program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 merasa bersyukur dan terbantu karena murid-murid SMK yang memiliki minat berkarier di luar negeri mendapatkan fasilitas untuk mempersiapkan diri.
Kaitannya dengan kebekerjaan luar negeri, SMKN 1 Mundu menggandeng alumni yang telah lebih dulu berkarier di luar negeri untuk memberikan cerita baik perjalanannya ke adik kelasnya.
Selain itu, SMKN 1 Mundu juga menggandeng guru tamu dari industri untuk mengajarkan tentang budaya kerja sehingga ketika lulus, para murid bisa beradaptasi dengan suasana kerja.
“Kuncinya itu komunikasi dan itu telah dilakukan oleh SMKN 1 Mundu sejak tahun 1965. Para alumni akan berbagi cerita ketika masa orientasi. Dari pihak sekolah pun berdialog dengan orang tua murid tentang peluang karier ke luar negeri. Pihak sekolah juga tidak hanya mengawal dari penyiapan, tetapi juga memastikan keamanannya ketika penempatan kerja di negara tujuan,” ucap Sri Handayani.

















