“Peta jalan AI nasional kami berfungsi sebagai fondasi strategis, visi hidup yang memandu pengembangan AI di Indonesia agar beretika, inklusif, dan didorong oleh inovasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pemerintah juga merumuskan langkah konkret yang difokuskan pada percepatan pemanfaatan AI di sektor-sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memastikan kepercayaan publik tetap terjaga dan manfaat teknologi dapat diakses secara lebih merata.
“Pertama, mempercepat adopsi di tempat yang paling penting. Menerapkan AI di sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, dan layanan publik. Kedua, memastikan etika dan kepercayaan. Dan ketiga, memprioritaskan inklusivitas,” jelas Wamen Nezar Patria.
Di sisi lain, pemerintah melihat bahwa percepatan transformasi tidak dapat dilakukan sendiri, sehingga kolaborasi lintas sektor dan lintas negara menjadi kunci untuk mengubah ambisi menjadi hasil yang terukur.
“Mengubah ambisi menjadi eksekusi membutuhkan kekuatan penuh dari ekosistem digital kolaboratif untuk bergerak secara sinergis,” tegasnya.
Dalam kerangka tersebut, kemitraan dengan Huawei dipandang sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan ekosistem AI nasional, mulai dari penguatan infrastruktur hingga pengembangan talenta digital.
“Jalan ke depan untuk membentuk masa depan AI di Indonesia akan ditentukan oleh kemitraan yang mampu mengubah ambisi kita menjadi eksekusi,” tuturnya.***
Sumber: Siaran Pers Kemkomdigi
















