TERASJABAR.ID – Penanganan hoaks kesehatan perlu dimulai dari hulu melalui kolaborasi dengan platform digital agar publik mendapat informasi yang jelas tentang sumber konten kesehatan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai hoaks kesehatan menjadi salah satu tantangan paling serius di ruang digital karena berdampak luas pada masyarakat.
“Selain hoaks politik itu, yang kedua hoaks kesehatan saya kira yang paling viral. Karena kesehatan concern semua orang,” ujarnya dalam audiensi bersama Kementerian Kesehatan dan Risk Communication and Community Engagement (RCCE) di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta.
Ia menjelaskan penyebaran hoaks kesehatan sulit dikendalikan jika hanya mengandalkan patroli siber dan mekanisme aduan konten.
“Untuk mendeteksi hoaks kesehatan dengan jumlah konten yang mungkin ada puluhan ribu atau mungkin juga bisa ratusan ribu, ini agak sulit menggunakan metode biasa,” tegasnya.
Pemerintah mendorong pendekatan dari hulu dengan melibatkan platform digital dalam pengelolaan konten kesehatan.
Salah satu opsi yang dibahas adalah pemberian keterangan pada konten untuk membantu publik memahami sumber informasi.
“Di hulunya itu dengan kita membuat kesepakatan bersama dengan platform untuk melakukan semacam verifikasi akun yang legitimate untuk membuat konten-konten kesehatan,” jelas Wamen Nezar.
















