terasjabar.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Sabtu, 20 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Hilirisasi Semu! Perampokan Aset Negara yang Dilegalkan?

Eka Purwanto by Eka Purwanto
30 Nov 2025 02:30
in Berita Utama
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Hilirisasi Semu! Perampokan Aset Negara yang Dilegalkan?

Tambang nikel. (Kolase)

TERASJABAR.ID – Hilirisasi, indah maknanya tapi pahit dirasakan. Ia seharusnya menjadi instrumen untuk berdaulat.

Sumber daya alam diupayakan diolah di negeri sendiri, supaya ada nilai tambah. Ujung-ujungnya, keuangan negara sehat dan rakyat makmur.

Dalam teori, hilirisasi tak menjual bahan mentah murah, melainkan menghasilkan produk bernilai tinggi. Ini berpotensi menciptakan lapangan kerja, menumbuhkan industri nasional, serta mendorong kemakmuran rakyat.

Namun, belakangan realitas menunjukkan anomali serius. Ada sebuah fenomena yang mungkin tepat jika disebut hilirisasi semu.

Infrastruktur berdiri, pabrik smelter aktif, angka ekspor meningkat, tetapi siapa yang benar-benar menikmati? Apakah rakyat di daerah tambang menjadi makmur? Apakah negara benar-benar mendapatkan nilai tambah? Kasus di Morowali mengungkap banyak keraguan.

Di kawasan industri dan smelter di Morowali, muncul laporan bahwa fasilitas-fasilitas infrastruktur, –termasuk bandara– seperti diperuntukkan bukan untuk publik, melainkan untuk kepentingan kawasan industri.

Dalam satu laporan disebut bahwa bandara “lebih mirip bandara industri” dibanding sarana pelayanan publik, digunakan terutama untuk kebutuhan industri tambang/smelter, bukan untuk kepentingan masyarakat luas.

Kalau infrastruktur publik dibangun tapi hak aksesnya dibatasi atau prioritasnya untuk korporasi, ini bukan pembangunan untuk rakyat.

Itu namanya “pembangunan untuk investasi”, yang bisa mendegradasi fungsi sosial dan kedaulatan lokal.

Said Didu, –yang pernah menjadi pejabat publik di sektor energi dan sumber daya alam– belakangan memberikan kritik keras terhadap tata kelola sektor tambang, migas, dan pertambangan.

Dalam sebuah diskusi di Podcast Forum Keadilan, yang tayang Sabtu malam, 29 November 2025, Said menyebut bahwa hilirisasi dijadikan bungkus terhadap perampokan sumber daya.

“Hilirisasi harus menghasilkan nilai tambah, dan nilai tambah itu harus dinikmati oleh rakyat. Kalau hilirisasi tidak menguntungkan bagi rakyat maka itu namanya perampokan dibungkus hilirisasi,” katanya.

Kritik ini menjadi relevan ketika kita menyadari bahwa banyak izin tambang dan smelter dikeluarkan dengan regulasi yang dipermudah.

Hal ini menegaskan bahwa yang terjadi bukan sekadar kegagalan administratif, melainkan pergeseran kendali aset alam, dari negara dan rakyat ke korporasi dan oligarki.

Jika hilirisasi sejati dilakukan, manfaatnya harus nyata. Industri nasional tumbuh, tenaga kerja lokal terserap, pendapatan negara meningkat, distribusi kemakmuran merata.

Namun bila aset alam terus dikelola terutama oleh korporasi besar, –sering dengan modal asing– dan keuntungan dibawa keluar negeri, maka nilai tambah itu bukan untuk bangsa.

Jika kontrak dan izin dibuat tertutup, regulasi dibuat “longgar”, dan publik tidak punya akses terhadap hasil dan dampak lingkungan, maka yang terjadi bukan industrialisasi, melainkan “eskalasi kolonialisme ekonomi” dalam kemasan modern.

Di Morowali, –dengan smelter aktif, bandara industri, dan kritik dari tokoh– membuka mata bahwa slogan “hilirisasi untuk kemakmuran” bisa menjadi topeng.

ADVERTISEMENT

Bila tidak diawasi secara ketat, bila tak dikembalikan ke kontrol publik, maka hilirisasi bisa berubah menjadi “perampokan aset negara dengan bungkus legalitas”.

Dalam konteks itu, kritik terhadap hilirisasi semu bukanlah sikap anti-pembangunan.

Sebaliknya, ia merupakan bentuk perlawanan terhadap penyerahan kekayaan kolektif ke entitas privat.

Kritik adalah panggilan agar pembangunan tidak meminggirkan rakyat, agar aset negara tidak dikuasai segelintir elite.

Karena itu, kita wajib bertanya; Siapa yang mengendalikan tambang dan smelter? Siapa yang menikmati keuntungan dari nilai tambah? Siapa yang menanggung dampak lingkungan dan sosial? Apakah infrastruktur publik di daerah tambang benar-benar untuk rakyat, atau hanya untuk korporasi?

Jika jawabannya bukan untuk rakyat, maka jelas sudah bahwahilirisasi bukan kemajuan, tapi kemunduran dalam bentuk baru.

Hilirisasi adalah gagasan mulia. Tapi ketika dijalankan dengan regulasi longgar, tata kelola lemah, dan kontrol publik dilemahkan, ia berubah wajah menjadi alat akumulasi oligarki.

RELATED POSTS

Mentan Dorong Kampus Perkuat Hilirisasi dan Kemandirian Pangan

Kemenperin Dukung IKM Ambil Peran dalam Hilirisasi Industri Buah Tropis

Mentan Tantang Pengusaha Muda Garap Hilirisasi Kelapa, Nilai Tambah Bisa Berlipat

Kemenperin Pacu Hilirisasi Kakao Berdaya Saing Global

Genjot Energi Domestik, Hilirisasi Jadi Penopang Kemandirian

Kasus di Morowali, dan kritik dari figur seperti Sudirman Said, memperingatkan bahwa tanpa transparansi dan kontrol demokratis, hilirisasi bisa menjadi perampokan terselubung.

Jangan berhenti di omongan. Kita perlu audit publik atas setiap proyek tambang, dari izin, kepemilikan saham, realisasi investasi, hingga dampak lingkungan dan sosial.

Kita butuh pengawasan agar aset negara tetap untuk kepentingan bangsa.-***

Tags: Aset NegaraHilirisasiPerampokan
ShareTweetSend

Related Posts

Mentan Dorong Kampus Perkuat Hilirisasi dan Kemandirian Pangan
Ekonomi

Mentan Dorong Kampus Perkuat Hilirisasi dan Kemandirian Pangan

7 Jun 2026 17:14
Kemenperin Dukung IKM Ambil Peran dalam Hilirisasi Industri Buah Tropis
Ekonomi

Kemenperin Dukung IKM Ambil Peran dalam Hilirisasi Industri Buah Tropis

11 Mei 2026 23:19
Mentan Tantang Pengusaha Muda Garap Hilirisasi Kelapa, Nilai Tambah Bisa Berlipat
Ekonomi

Mentan Tantang Pengusaha Muda Garap Hilirisasi Kelapa, Nilai Tambah Bisa Berlipat

4 Mei 2026 12:52
Kemenperin Pacu Hilirisasi Kakao Berdaya Saing Global
Ekonomi

Kemenperin Pacu Hilirisasi Kakao Berdaya Saing Global

20 Apr 2026 23:09
Genjot Energi Domestik, Hilirisasi Jadi Penopang Kemandirian
Ekonomi

Genjot Energi Domestik, Hilirisasi Jadi Penopang Kemandirian

26 Mar 2026 17:26
Pemerintah Siapkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng, Jumlah Keluarga Penerima Manfaat Naik Jadi 33,2 Juta
Ekonomi

Mentan Tegaskan Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat

26 Mar 2026 16:55
Next Post
BIARKAN GURU MENGALIR SAMPAI JAUH.

BIARKAN GURU MENGALIR SAMPAI JAUH.

Forum Wartawan Kebangsaan Aktif Menjaga Kedaulatan Bangsa

Forum Wartawan Kebangsaan Aktif Menjaga Kedaulatan Bangsa

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

15 Jun 2026 16:51
TERBARU! Yogya Bandung Buka Loker SC Bakery Buat Lulusan SMA SMK, Tertarik?

Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

29 Apr 2026 16:57
Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

11 Jun 2026 16:39
Waroeng Steak and Shake Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

Waroeng Steak and Shake Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

17 Jun 2026 16:30
Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

0
Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

0
Utang dan Dugaan Hubungan Spesial, Inikah Motif WS di Sumedang Siram Bocah Kakak Adik dengan Air Aki?

Utang dan Dugaan Hubungan Spesial, Inikah Motif WS di Sumedang Siram Bocah Kakak Adik dengan Air Aki?

0
Modus Jualan Tahu Bulat, Nyatanya Jual Pula Tembakau Sintetis, Polisi Bekuk RMA

Modus Jualan Tahu Bulat, Nyatanya Jual Pula Tembakau Sintetis, Polisi Bekuk RMA

0
Pejuang Diet Merapat, Gini Tips Defisit Kalori yang Baik dan Benar

Pejuang Diet Merapat, Gini Tips Defisit Kalori yang Baik dan Benar

19 Jun 2026 23:00
Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

19 Jun 2026 22:54
Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

19 Jun 2026 22:38
Cedera Belum Pulih, Neymar Dipastikan Lewatkan Laga Brasil vs Haiti

Cedera Belum Pulih, Neymar Dipastikan Lewatkan Laga Brasil vs Haiti

19 Jun 2026 22:25

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.