Dari Cicalengka sebagai ujung timur, perjalanan mengalir melewati Haurpugur dan Rancaekek yang dikenal dekat dengan kawasan pendidikan dan industri. Kereta api kemudian berhenti di Cimekar dan Gedebage, wilayah yang terus berkembang sebagai pusat aktivitas baru di timur Bandung.
Memasuki pusat kota, Stasiun Kiaracondong dan Cikudapateuh menjadi titik penting bagi masyarakat yang bekerja di pusat kota. Stasiun Bandung sebagai stasiun sentral menjadi simpul utama mobilitas, menghubungkan perjalanan lokal dengan perjalanan jarak jauh.
Perjalanan berlanjut ke arah barat melalui Stasiun Ciroyom yang berada dekat kawasan perdagangan dan aktivitas ekonomi, lalu Cimindi dan Cimahi yang melayani kawasan permukiman serta pusat pendidikan. Hingga akhirnya tiba di Padalarang sebagai ujung barat yang menghubungkan wilayah Bandung dengan kawasan Kabupaten Bandung Barat.
Sementara itu, KA Lokal Garut menghadirkan konektivitas yang lebih panjang dari Garut hingga Purwakarta dengan tarif terjauh Rp14.000. Jalur ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain dengan biaya yang terjangkau.
Dari Garut, perjalanan dimulai dan melewati stasiun seperti Wanaraja, Pasirjengkol, hingga Cibatu yang menjadi simpul penting di wilayah Priangan Timur. Kereta api kemudian melintasi Nagreg dan Cicalengka, menghubungkan kawasan pegunungan dengan wilayah Bandung.
Perjalanan berlanjut melalui pusat kota Bandung hingga ke arah barat menuju Cimahi, Padalarang, hingga Purwakarta. Di sepanjang jalur ini, masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan penting seperti rumah sakit, sekolah, pasar, hingga pusat aktivitas ekonomi dengan lebih mudah.
Tarif yang terjangkau menjadikan kereta lokal sebagai pilihan yang dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Dengan biaya perjalanan mulai dari Rp5.000 hingga Rp14.000, masyarakat dapat tetap produktif tanpa harus terbebani biaya transportasi yang tinggi.
“Kereta lokal menjadi ruang yang mempertemukan berbagai kebutuhan masyarakat. Di dalam satu perjalanan, ada banyak tujuan yang berbeda, namun semuanya bergerak dalam waktu yang sama. Di situlah peran kereta api hadir menjaga keterhubungan dan mendukung aktivitas masyarakat setiap hari,” tutup Anne.***
Sumber: Siaran Pers KAI


















