terasjabar.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Sabtu, 20 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

“Ketika Aib Jadi Konten” :(Anomali Moral di Era Digital)

Herman by Herman
30 Okt 2025 07:25
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
“Ketika Aib Jadi Konten” :(Anomali Moral di Era Digital)

Oleh: Subchan Daragana
Pemerhati Sosial , Magister Komunikasi UBakrie

Kita sedang hidup di zaman yang aneh, zaman ketika orang tidak lagi malu mempertontonkan aibnya sendiri, ketika kemiskinan dijadikan konten untuk menarik simpati, dan ketika kehormatan bisa ditukar dengan uang serta popularitas.

Semua berlomba menampilkan diri di layar, tanpa sadar kadang yang ditampilkan bukan lagi kebaikan, melainkan luka dan kehampaan yang dijadikan tontonan. Dulu, orang menutup rapat-rapat aib keluarganya. Orang miskin menahan diri agar tidak menjual kesedihan demi belas kasihan. Tapi kini, banyak yang justru mencari kamera ketika hidupnya sedang hancur. Semua demi satu hal: perhatian.

Ketika Privasi Jadi Konsumsi Publik :

Media sosial awalnya dibuat untuk berbagi cerita dan berkomunikasi. Tapi lambat laun, ia berubah jadi panggung besar tempat orang berlomba-lomba dilihat. Setiap postingan, setiap status, seolah menjadi alat ukur nilai diri. Semakin banyak yang menyukai, semakin tinggi rasa percaya diri.

Namun, semakin sedikit yang menanggapi, semakin rendah pula harga diri di mata sendiri. Itulah jebakan zaman ini kita mencari makna diri lewat pengakuan orang lain. Padahal, manusia yang terlalu bergantung pada pujian akan mudah hancur oleh cemooh.

ADVERTISEMENT

Kemiskinan dan Kesedihan yang Dijadikan Hiburan :

Kini muncul istilah baru: poverty porn , tontonan yang memamerkan kemiskinan untuk menarik empati. Anak kecil dijadikan konten karena hidupnya susah, ibu tua direkam sedang menangis, atau keluarga miskin dipertontonkan seolah sinetron kehidupan.

RELATED POSTS

“Memakmurkan Masjid, Menjaga Peradaban”

The Future of SalesIs Problem Solving

OH… MBG, Viral Lagunya, Viral Beritanya

KURIKULUM BAHASA PERANCIS ATAU PESAN DIPLOMATIK )

Polda Jabar Imbau Masyarakat Tak Membuat dan Menyebarkan Konten “Teror Pocong”

Banyak yang menonton sambil menitikkan air mata, lalu menulis komentar “Semoga Allah bantu. ”Tapi setelah itu? Hidup berjalan seperti biasa. Tak ada perubahan berarti bagi mereka yang ditonton. Kita memang lebih mudah bersedih di depan layar daripada bergerak di dunia nyata. Padahal empati sejati bukan sekadar rasa iba, tapi keberanian untuk ikut menolong tanpa kamera.

Ketika Popularitas Mengalahkan Harga Diri :

Tak sedikit orang rela menanggalkan kehormatan demi viral. Ada yang mengaku sengaja menampilkan hal memalukan karena “yang penting ‘FYP”. Kita tahu harga diri adalah hal yang paling mahal yang bisa dimiliki manusia. Kita seperti sedang hidup di dunia terbalik di mana kejujuran kalah oleh sensasi, kesederhanaan kalah oleh drama, dan kebenaran tenggelam oleh jumlah penonton.

Zaman ini membuat banyak orang berpikir bahwa dilihat lebih penting daripada bermakna. Padahal dalam hidup, tidak semua yang viral itu benar, dan tidak semua yang benar harus viral.

Ketika Algoritma Mengatur Moral :

Masalahnya, kini bukan manusia yang mengatur media sosial tapi algoritma. Sebuah sistem tak terlihat yang hanya tahu satu hal: apa yang membuat orang betah menatap layar lebih lama. Dan biasanya, yang paling menarik perhatian adalah hal-hal yang ekstrem: marah, sedih, malu, dan sensasional.

Akibatnya, konten yang sehat dan bermoral justru tenggelam, kalah oleh konten yang memancing emosi. Itulah yang disebut para ahli sebagai anomali digital ketika dunia maya menciptakan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Di sana, dosa bisa jadi hiburan, dan aib bisa jadi mata pencaharian.

Page 1 of 3
123Next
Tags: AibkontenSubchan Daragana
ShareTweetSend

Related Posts

“Memakmurkan Masjid, Menjaga Peradaban”
Opini

“Memakmurkan Masjid, Menjaga Peradaban”

13 Jun 2026 16:46
The Future of SalesIs Problem Solving
Berita Utama

The Future of SalesIs Problem Solving

8 Jun 2026 09:19
OH… MBG, Viral Lagunya, Viral Beritanya
Opini

OH… MBG, Viral Lagunya, Viral Beritanya

4 Jun 2026 07:57
KURIKULUM BAHASA PERANCIS ATAU PESAN DIPLOMATIK )
Berita Utama

KURIKULUM BAHASA PERANCIS ATAU PESAN DIPLOMATIK )

3 Jun 2026 07:25
Polda Jabar Imbau  Masyarakat Tak Membuat dan Menyebarkan  Konten “Teror Pocong”
News

Polda Jabar Imbau Masyarakat Tak Membuat dan Menyebarkan Konten “Teror Pocong”

26 Mei 2026 22:42
“Anak Cermin Orang Tua”(Kualitas Pengasuhan Berawal dari Kualitas Hubungan Suami Istri)
Berita Utama

Warisan Bernama PERSIB

25 Mei 2026 08:45
Next Post
Bandung Menuju Kota Bebas Penyimpangan Seksual, DPRD Siapkan Payung Hukum

Bandung Menuju Kota Bebas Penyimpangan Seksual, DPRD Siapkan Payung Hukum

Seluruh Fraksi DPRD Purwakarta Terima Nota Keuangan RAPBD 2026 yang Disampaikan Bupati

Seluruh Fraksi DPRD Purwakarta Terima Nota Keuangan RAPBD 2026 yang Disampaikan Bupati

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

15 Jun 2026 16:51
TERBARU! Yogya Bandung Buka Loker SC Bakery Buat Lulusan SMA SMK, Tertarik?

Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

29 Apr 2026 16:57
Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

11 Jun 2026 16:39
Waroeng Steak and Shake Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

Waroeng Steak and Shake Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

17 Jun 2026 16:30
Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

0
Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

0
Utang dan Dugaan Hubungan Spesial, Inikah Motif WS di Sumedang Siram Bocah Kakak Adik dengan Air Aki?

Utang dan Dugaan Hubungan Spesial, Inikah Motif WS di Sumedang Siram Bocah Kakak Adik dengan Air Aki?

0
Modus Jualan Tahu Bulat, Nyatanya Jual Pula Tembakau Sintetis, Polisi Bekuk RMA

Modus Jualan Tahu Bulat, Nyatanya Jual Pula Tembakau Sintetis, Polisi Bekuk RMA

0
Pejuang Diet Merapat, Gini Tips Defisit Kalori yang Baik dan Benar

Pejuang Diet Merapat, Gini Tips Defisit Kalori yang Baik dan Benar

19 Jun 2026 23:00
Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

19 Jun 2026 22:54
Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

19 Jun 2026 22:38
Cedera Belum Pulih, Neymar Dipastikan Lewatkan Laga Brasil vs Haiti

Cedera Belum Pulih, Neymar Dipastikan Lewatkan Laga Brasil vs Haiti

19 Jun 2026 22:25

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.