TERASJABAR.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat langkah transformasi industri nasional menuju target Net Zero Emission (NZE).
Pemerintah secara umum menargetkan pencapaian NZE pada tahun 2060, khusus untuk sektor industri justru dipacu lebih cepat untuk mencapainya pada tahun 2050.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, percepatan ini merupakan bentuk komitmen kuat sektor industri dalam mendorong industri hijau sekaligus meningkatkan daya saing global.
“Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat transformasi industri menuju rendah karbon. Sektor industri kita targetkan dapat mencapai NZE pada tahun 2050 melalui berbagai langkah strategis yang terukur dan implementatif,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta.
Ia menjelaskan, strategi dekarbonisasi industri difokuskan pada upaya reduksi emisi sebagai prioritas utama sebelum memasuki tahap netralisasi emisi. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam menekan jejak karbon industri secara bertahap namun berkelanjutan.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menyampaikan bahwa implementasi strategi dekarbonisasi dilakukan melalui lima pilar utama.
“Strategi ini dilaksanakan melalui lima pilar utama, yaitu efisiensi energi dan bahan baku melalui optimalisasi proses produksi, substitusi bahan bakar dan bahan baku, pembaruan proses produksi menggunakan teknologi yang lebih efisien, elektrifikasi, serta penerapan teknologi Carbon Capture Utilization (CCU),” ungkapnya pada forum internasional INTERCEM Asia 2026 di Jakarta.
Lebih lanjut, sektor industri semen menjadi salah satu fokus utama dalam agenda dekarbonisasi nasional. Indonesia sebagai produsen semen terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas mencapai 121,66 juta ton per tahun memiliki peran strategis dalam upaya penurunan emisi.














