Ia menekankan bahwa bantuan pompa air yang diterima sejak 2023 menjadi faktor krusial dalam menghadapi potensi kekeringan.
“Alhamdulillah dengan bantuan pompa air dari pemerintah. Sekarang jadi aman dan nyaman. Bantuan ini sangat membantu, jadi kami bisa menarik air dari sungai terdekat. Kalau tidak ada pompa air itu, tidak mungkin kami bisa mengairi lahan,” ungkapnya.
Kementerian Pertanian menegaskan bahwa strategi menghadapi kemarau tidak hanya bertumpu pada intervensi sarana, tetapi juga pada penguatan sistem peringatan dini, pendampingan intensif, serta penyesuaian kalender tanam berbasis kondisi iklim aktual.
Dengan pendekatan ini, risiko terhadap produksi dapat dikelola secara sistematis dan terukur.***
Sumber: Kementan
















