TERASJABAR.ID – Viral video di media sosial memperlihatkan seorang ibu dan anak yang sedang membeli sesuatu di warung, tetapi sang ibu disebut memberikan kode kepada anaknya untuk mencuri gas LPG.
Video viral di media sosial tersebut berdurasi 53 detik yang berhasil terekam kamera pengawas ata CCTV, dalam video terlihat seorang ibu yang sedang berada di depan warung diduga memberikan kode kepada anaknya agar mengambil dua tabung gas LPG 3 kg.
Sang ibu nampak memberikan kode dengan menggerak-gerakan kakinya dan juga tangannya ke belakang.
Kemudian setelah memahami kode tersebut si anak perempuan langsung mengambl dua tabung gas dan bergegas pergi dari lokasi.
Video ini pertama kali diunggah dengan keterangan berbunyi, “Ibu kasih kode agar anaknya ambil tabung gas elpiji.” Tidak lama setelah dibagikan, video ini menjadi viral dan mengundang perhatian luas di media sosial.
Tentu video tersebut menuai berbagai reaksi dari warganet, karena sang ibu mengajarkan hal yang tak baik kepada sang anak, apalagi anaknya tersebut merupakan seorang perempuan.
- Pejuang Diet Merapat, Gini Tips Defisit Kalori yang Baik dan Benar
- Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan
- Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo
- Cedera Belum Pulih, Neymar Dipastikan Lewatkan Laga Brasil vs Haiti
- Utang dan Dugaan Hubungan Spesial, Inikah Motif WS di Sumedang Siram Bocah Kakak Adik dengan Air Aki?
“Ibu ajarin anaknya gak bener tuh” kata netizen.
“Parah ibu ini didik anaknya jadi maling” timpal netizen lainnya.
“Yah bu viral deh” sahut netizen lagi.
Mayoritas netizen mengecam aksi yang terekam dalam rekaman CCTV tersebut, terutama karena melibatkan seorang anak kecil dalam dugaan pencurian.
Banyak yang menyayangkan perilaku tersebut dan menilai bahwa tindakan ini memberikan contoh buruk bagi sang anak.
Video dugaan pencurian tabung gas 3 kg ini telah menyebar luas di berbagai platform media sosial. Publik menyoroti peran orang tua dalam mendidik anak serta dampak dari tindakan yang kurang terpuji. Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai tindak lanjut atas kejadian ini.


















