TERASJABAR.ID – Pemerintah Kabupaten Kuningan saat ini menghadapi tantangan masalah sampah yang tak kunjung tuntas. Terlebih kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang semakin penuh dan menggunung, hingga diperlukan edukasi dan inovasi dalam pengelolaan sampah.
Hal itu ditegaskan Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr.Anna Fitri Hindriana, M.Si, disela pembekalan 1.187 mahasiswa Uniku yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kamis (25/06/2026).
Terkait persoalan sampah, para mahasiswa diharapkan dapat memberikan solusi saat melaksanakan KKN di pedesaan. Terutama dalam pengelolaan sampah, harap Anna.
Selain masalah pengelolaan sampah, para mahasiswa peserta KKN diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa-desa yang masih menghadapi berbagai kendala.
Dalam hal ini, Mahasiswa dapat mendampingi UMKM mulai dari pengembangan produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran. Desa membutuhkan karya-karya inovatif dari mahasiswa yang memberikan manfaat dan berkelanjutan,” ujar Anna.
Rektor Anna juga menyoroti potensi sektor pariwisata yang dimiliki Kabupaten Kuningan. Menurutnya, mahasiswa dapat turut berperan dalam memberikan edukasi dan literasi terkait pengembangan pariwisata sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, lingkungan, maupun pendidikan, harapnya.
Pesan Rektor Anna kepada peserta KKN agar selalu menjaga nama baik almamater serta mengedepankan sikap rendah hati saat berada di tengah masyarakat.
“Datanglah ke desa dengan hati yang rendah dan penuh empati. Belajarlah dari masyarakat. Di sana kalian akan diuji kepemimpinan, empati, solidaritas, dan kemampuan bekerja sama. Junjung tinggi nama Universitas Kuningan, serta jaga etika, disiplin, dan integritas selama melaksanakan KKN.(*)

















